Thursday, July 11, 2013

A'raaf tempat ke tiga selepas Syurga dan Neraka??



salam rakan2 ...
dah masuk hari ke3 kita berpuasa ..
harapan aby kpd semua rakan2 agar dipermudahkan segala perbuatan, ibadat, pekerjaan dan yg lain lg agar ramadhan kali ni lebih baik dari ramdan sebelumnya  ..

utk  ramadan kali ni aby akan cuba membuat entri2 keugamaan,
tajuk2 yg menarik ketika dikuliah masjid atau semasa diklas utk sama2 berkongsi ilmu ..

utk permulaan, aby bawa tajuk A'raaf yg mana penguhuninya dipanggil Ashabul A'raaf.
A'raaf ni adalah tempat ketiga setelah syurga dan neraka ..
amat jarang kita dengar tentang kewujudan a'raaf ni ..
selalu yg kita dengar adalah syurga atau neraka .. tidak ada tempat in between ..
jadi apabila aby dengar disatu kuliah masjid tentang a'raaf ni pasti la satu yg mengejutkan ..

mengikut ustaz tu ..
a'raaf ni adalah tempat utk org yg perbuatan jahat nya semasa didunia tidak memadai utk di letak didalam neraka, manakala perbuatan baik nya tidak cukup utk diletakan didalam syurga ..
atau, .Kaum yang mana antara kebaikan dan keburukan yang mereka lakukan seimbang, kebaikan mereka tidak dapat menjadikan mereka sampai kesyurga, sementara keburukan mereka tidak dapat menjadikan mereka sampai keneraka.
jadinya, a'raaf ni la tempat sementara atau transit sebelum dipindahkan ke syurga ..
dari sini, penghuni a'raaf ni boleh nampak penghuni neraka dan syurga ..
bila depa nampak penghuni syurga, mereka ingin segera memasukinya ..
tp bila melihat penghuni neraka, mereka meminta kpd allah agar tidak ditempatkan bersama sama dengan penghuni syurga

asalnya aby mcm tk percaya sbb tk pernah dicakap dalam kuliah2 yg pernah diikuti, tp bila kewujudan tempat tu ada disebut dalam surah al a'raaf, ayat 46-48 .. maka memang wujud tempat tu ...

aby pun buat google search psl a'raaf ni ...
dibawah ni aby paparkan berkenaan dengan A'raaf ni ..

sama2 kita hayati apa isinya ..
sbb menjadi penghuni A'raaf ni adalah lebih baik dari jadi penghuni neraka, nauzubillah ..

agak panjang juga huraiannya..
tp sesuatu ilmu yg amat baik utk diketahui ...


Orang-Orang yang Timbangan Kebaikan dan Keburukannya Seimbang (Sama)
وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ وَعَلَى الأعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلا بِسِيمَاهُمْ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلامٌ عَلَيْكُمْ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ  .وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ . وَنَادَى أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمَاهُمْ قَالُوا مَا أَغْنَى عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ.
“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. dan mereka menyeru penduduk surga: “Salaamun ‘alaikum[Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kalian]“. mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu. Dan orang-orang yang di atas A’raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: “Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.”(QS. Al A’raf 46-48)
Pada hari kiamat nanti manusia semuanya akan dihitung amalnya. Setelah penghitungan amal selesai, diberikan kepada setiap orang catatan dari amal perbuatan mereka itu. Bagi orang yang amal kebaikannya lebih banyak dari keburukannya maka tempat kembalinya adalah surga. Sebaliknya, orang yang amal keburukannya lebih banyak dari amal kebaikannya maka tempat kembalinya adalah neraka. Lalu bagaimana dengan orang yang antara amal kebaikan dan keburukan yang ia lakukan seimbang? Apakah mereka yang disebut dengan ashabul a’raf? Siapakah ashabul a’raf sebenarnya? Apakah ada tempat ketiga setelah surga dan neraka?
Pengertian Al A’raf
A’raf adalah jama’ dari urf yang artinya pagar yang tinggi yang diletakkan antara penduduk surga dan penduduk neraka. Adapun secara bahasa makna urf yaitu tempat yang tinggi. (Fathul Qadir, Juz III hal 39)
Ibnu Jarir berkata bahwa yang dimaksud disini adalah dinding sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam firman Allah,
فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ
“Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa”. (Qs. Al Hadid 13)
Mujahid berkata : “Yang dimaksud a’raf adalah pembatas antara surga dan neraka.”
Ibnu Abbas berkata : “Ia adalah sebuah pagar “.
As-Sudi berkata : “Dinamakan a’raf karena penghuninya mengetahui keadaan manusia (yang ada di surga dan di neraka).” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/119)
Siapakah Ashabul A’raf?
Jumhur Ulama mengatakan bahwa ashabul a’raf adalah dari Bani Adam semuanya. Namun Muqatil berkata bahwa ini khusus ummat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallamWallahu A’lam.
Adapun jika melihat berdasarkan amalan yang mereka perbuat maka dalam hal ini ada beberapa pendapat diantaranya:
1.Kaum yang mati berperang di jalan Allah dalam keadaan bermaksiat kepada orang tuanya. Maksiatnya kepada orang tua menjadikan ia terhalang dari surga, jihadnya di jalan Allah menjadikan ia terhalang untuk memasuki neraka. Pendapat ini dikuatkan dengan sebuah riwayat dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. (HR. Tabrani, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits munkar (lihat As-Silsilah Ad-Da’ifah- Mukhtasharah 6/ 292, no 2791)
2.Kaum yang mana antara kebaikan dan keburukan yang mereka lakukan seimbang, kebaikan mereka tidak bisa menjadikan mereka sampai kesurga, sementara keburukan mereka tidak bisa menjadikan mereka sampai keneraka. Ini adalah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Huzaifah Asy-Sya’bi dan Qatadah.
3.Anak zina. Ini adalah diriwayatkan dari Shalih maula At-Tuamah dari Ibnu Abbas.
4.Kaum yang shalih, yang ahli ilmu fiqih dan ulama, keberadaan mereka di sana adalah dalam rangka menghibur diri mereka saja. Ini adalah diriwayatkan dari Al-Hasan dan Mujahid.
5.Kaum yang mana ayah mereka meridhai sementara ibunya tidak, begitu juga sebaliknya. Ini adalah diriwayatkan oleh Abdul Wahab bin Mujahid dari Ibrahim.
6.Orang yang mati pada zaman fatroh (zaman kekosongan Nabi). Dan mereka tetap dalam agama mereka, ini diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Yahya
7.Para Nabi, pendapat ini diriwayat dari Ibnu Al-Anbari.
8.Anak orang-orang musyrik, ini disebutkan oleh Al-Manjufi dalam tafsirnya.
9.Kaum yang beramal karena Allah tetapi mereka riya dalam amalnya. (Zadul Masiir, juz 2/484)
10.Suatu kaum yang melakukan dosa kecil, akan tetapi dosa itu tidak terhapus dengan sakit dan musibah ketika mereka di dunia. Dan mereka juga tidak melakukan dosa-dosa besar. Maka dosa-dosa kecil itu menghalangi mereka untuk masuk surga.
11.Para malaikat yang bertugas memilah-milah siapa yang mu`min dan yang kafir sebelum mereka dimasukkan kedalam surga atau neraka. Namun pendapat ini perlu diteliti karena yang disebutkan dalam ayat Al-Quran adalah seorang laki-laki Ar Rijal). (Tafsir Al-Qurtubi, 7/212)
Ibnu Katsir berkata: “Semua pendapat ini adalah saling berdekatan, yang kembali kepada satu makna yaitu mereka adalah kaum yang kebaikan dan keburukannya sama”. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/121)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di berkata: “Pendapat yang shahih yaitu mereka (ashabul a’raf) adalah orang yang kebaikan dan keburukannya seimbang (sama)”. (Taisiriul Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Manaan, 1/290)
Beberapa atsar sahabat yang berkenaan dengan hal ini diantaranya yaitu :
1.Huzaifah berkata: “Ashabul A’raf adalah kaum yang mana antara kebaikan dan keburukan mereka seimbang, kemudian Allah berfirman kepada mereka: “Masuklah surga dengan anugerah dan ampunanKu, pada hari ini janganlah kalian takut dan janganlah kalian bersedih hati”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam Tafsirnya, 12/453, no 14688. Atsar yang serupa dengan ini juga diriwayatkan oleh Al-Jama’ah.)
2.Ibnu Mas’ud berkata: “Pada hari kiamat manusia dihisab, barang siapa yang kebaikannya sedikit lebih banyak dari keburukannya maka ia masuk surga, barang siapa yang keburukannya sedikit lebih banyak dari kebaikannya maka ia masuk neraka”. Kemudian beliau membaca firman Allah pada surat Al-A’raf 8-9. Kemudian ia berkata: “Sesungguhnya timbangan akan menjadi ringan dengan amal meskipun sekecil zarrah, begitu juga sebaliknya, ia bisa menjadi berat dengannya.” Kemudian beliau berkata lagi : “Barang siapa yang kebaikan dan keburukannya seimbang (sama) maka ia adalah ashabul A’raf,…”. (Tafsir Ath-Thabari, 12/454)
Keadaan Ashabul A’raf dan Perbuatan yang Bisa Mereka Lakukan
Orang yang berada pada tempat ini bisa melihat keadaan orang-orang yang ada di surga dan orang-orang yang ada di neraka.
Asy-Syaukani mengatakan dalam tafsirnya: “Ashabul A’raf mengenali setiap penduduk surga dan penduduk neraka dengan beberapa tanda-tanda yang ada pada mereka, seperti penduduk surga wajahnya memutih sementara penduduk neraka wajahnya menghitam (Ali Imran 106), atau tanda-tanda bekas wudhu yang tampak pada anggota wudhu orang-orang mukmin, atau tanda-tanda lain yang Allah jadikan bagi setiap golongan yang mana dengan tanda-tanda itu ashabul A’raf mengetahui mana orang yang sedang berbahagia dan mana yang sengsara. (Fathul Qadir, 3/40)
Ibnu Mas’ud  berkata : “Ketika mereka (ashabul a’raf ) berada di atas Shirath, mereka bisa mengetahui keadaan penduduk surga dan penduduk neraka. Maka apabila mereka melihat keadaan penduduk surga mereka berkata: “Keselamatan bagi kalian”, dan ketika mereka mengalihkan pandangan mereka kesebelah kiri mereka bisa melihat penduduk neraka, mereka berkata : “Ya Allah jangan jadikan kami bersama orang-orng dhalim”. Mereka berlindung kepada Allah dari neraka yang mereka lihat itu. Adapun orang yang banyak berbuat kebaikan, maka mereka diberi cahaya, yang mana cahaya itu berada didepan mereka dan samping kanan mereka dan mereka berjalan dengannya. Pada hari itu setiap hamba dan ummat diberi cahaya. Maka ketika mereka semua sampai di atas Sirath¸ Allah mencabut cahaya orang-orang munafik, ketika ahli surga melihat apa yang terjadi pada orang munafik maka mereka berkata : “Ya Tuhan kami sempurnakanlah cahaya kami”. Adapun ashabul a’rafcahaya mereka hanya ada di arah depan saja. Itulah yang difirmankan oleh Allah : “mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memsukinya).” Kemudian Ibnu Mas’ud berkata lagi : “Bagi seorang hamba apabila ia mengerjakan amal kebaikan maka ditulis baginya sepuluh, dan jika ia melakukan keburukan maka tidaklah ditulis baginya kecuali satu keburukan saja. Maka celakalah orang yang satu amalnya mengalahkan sepuluh amalnya”. (Tafsir Ath-Thabari 12/454, juga disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, 3/419)
Adh-Dhahak mengatakan dari Ibnu Abbas: “Penghuni A’raf itu jika mereka memandang kearah penghuni neraka yang mereka kenal, mereka mengatakan : ‘Ya Rabb kami, janganlah engkau tempatkan kami bersama orang-orang dhalim’“. (Tafsir Ibnu Katsir 3/422)
Akhir Perjalanan Ashabul A’raf
Ibnu Abbas berkata : “Sesungguhnya Allah memasukkan Ashabul A’raf kedalam surga, yaitu Allah berfirman yang artinya: “Masuklah kalian kedalam surga, tidak ada ketakutan bagi kalian, dan janganlah kalian bersedih hati”.”
Adh-Dhahak berkata : “Sesungguhnya Allah memasukkan ashabul a’raf kedalam surga setelah ahli surga memasukinya, yaitu firmanNya yang artinya : “Masuklah kalian kedalam surga, tidak ada ketakutan bagi kalian dan janganlah kalian bersedih hati”.” Seperti hal ini juga dikatakan oleh As-Sudi.
Ashabul A’raf merupakan salah satu golongan yang akan mendapat syafa’at dari Nabishalallahu alaihi wa sallam.
Imam Ath-Thabarani meriwayatkan, bahwa Ibnu Abbas berkata:
السَّابِقُ بِالْخَيْرَاتِ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ، وَالْمُقْتَصِدُ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ، وَالظالِمُ لِنَفْسِهِ، وَأَصْحَابُ الأَعْرَافِ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ.
“Orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebajikan memasuki surga dengan tanpa hisab, orang yang pertengahan memasuki surga dengan rahmat Allah, dan orang yang menzalimi diri mereka sendiri dan ashabul a’raf mereka masuk surga dengan syafa’at dari Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.” (Al-Mu’jam Al-Kabir Lith-Thabrani, 9/391, no 11292)



16 comments:

  1. Assalamu'alaikum aby

    Kak pernah menulis tentang suasana alam akhirat seperti dalam surah al-A'raaf ni.

    http://harmoniinn.blogspot.com/2009/09/suasana-alam-akhirat-19-surah-al-araaf.html

    Surah Al-A'raf ini dinamakan Al-A'raf krn di dlmnya trdpt kisah "Ashabul A'raf" iaitu menceritakan ttg org2 yg mendiami tempat2 tinggi sebgaimana yg disebut dlm ayat 46 hingga 49.. Mengikut para pentafsir Al-A'raf ini adalah sebuah bukit yg terletak antara syurga dan neraka. Bukit ini didiami oleh org2 yg SAMA BERAT DOSA DAN PAHALANYA (menurut sestengah para mufassirin).. Mereka tinggal di sana untuk sementara waktu sebelum dibenarkan masuk ke syurga. Suasana Alam Akhirat yang digambarkan dalam surah ini adalah yang terpanjang, menggambarkan perbualan2 Ashabul A'raf dan pemandangan yang dapat didengar dan dilihat.

    kedudukan kedua2 tempat bagi kedua2 penduduk ini (syurga dan neraka)berjauhan dan dipisahkan dengan "Al-A'raaf" (Tembok/benteng Tinggi/Tempat Yang Tinggi).. namun masing2 dapat berhubung kata antara satu sama lain.. Penduduk syurga yg berada di tempat yg paling tinggi boleh berkata2 kpd penduduk neraka yg berada di lembah yg paling rendah begitu juga sebaliknya.. "Dan di antara keduanya (Syurga dan Neraka) ada tembok "Al-A`raaf "(yang menjadi) pendinding/tabir/sekatan/tembok dan di atas tembok Al-A`raaf itu ada sebilangan orang-orang lelaki yang mengenal tiap-tiap seorang (dari ahli-ahli Syurga dan Neraka) itu, dengan tanda masing-masing dan mereka pun menyeru ahli Syurga (dengan memberi salam, katanya): "Salaamun Alaikum" (salam sejahtera kepada kamu). Sedang mereka, sendiri belum lagi masuk Syurga, padahal mereka ingin sangat memasukinya. (46)..

    Tentang tabir ini Allah ada juga menyebut dalam surah Al-Hadid ayat 13


    فَضُرِبَ بَيۡنَہُم بِسُورٍ۬ لَّهُ ۥ بَابُۢ بَاطِنُهُ ۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَـٰهِرُهُ ۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ


    Maksudnya : "Baliklah kamu ke belakang, kemudian carilah cahaya (di sana), serta diadakanlah di antara mereka (yang beriman dan yang munafik itu) sebuah tembok yang mempunyai pintu, di sebelah dalamnya mengandungi rahmat (Syurga dan nikmat) dan di sebelah luarnya, dari situ terdapat (Neraka) dan azab seksa". (13)


    Dalam ayat (46) Allah menyebut bahawa ada sebuah tembok yg didiami Ashabul A'raf, mereka tinggal di sana dan dapat menyaksikan org2 yg menjadi penduduk syurga dan org2 yg menjadi penduduk neraka. Mereka dpt melihat tanda2 pd muka setiap orang.. Ini juga disebutkan dalam surah Abasa ayat 38 - 42

    Ini antara yang tertulis di N3 kak dan ada persamaan dengan apa yang aby tulis di sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam k werdah ..
      heran juga kan ngapa kt kuliah2 ustaz tk bercakap psl kewujudan a'raaf ni .. selalunya mesti syurga atau neraka.
      lps dengar ayat ni aby bertanya juga beberapa org yg heavy weight dalam ilmu ugamanya .. kebanyakan tk tau psl araaf ni ..tp bila dirujuk kpd ayat 46-49 tu dan tafsiran nya, ia juga menjadi satu ilmu yg baru pd mereka ..
      apapun alhamdullillah kerana kita tau tentang alam ni ..
      menjadi penghuni alam ni bermakna kehidupan kita dibumi ini hanya la baik modal .. tiada untung dan tiada rugi ..
      bila free nanti aby baca balik tulisan N3 kak tu ..

      Delete
    2. Salam aby

      Suatu ketika dulu, dalam tafsirul quran di ikim.fm ustaz Zahazan ada mentafsirkan surah ni..ustaz Kariman juga ada menceritan sedikit tentang ashabul a'raaf ni. Sekarang di ikim.fm ustaz shauki pula ambil alih..buat masa ni ustaz shauko bincang surah yasiin

      Delete
    3. aby jarang dengan siaran kt ikim ..
      klu kutip ilmu pun takat di kuliah2 masjid dan pembacaan ..
      mungkin penekanan kepada amalan2 harian didalam kuliah2 masjid, perkara2 mcm araaf, kurang diberi penekanan kot ..

      Delete
  2. Ya Allah.. N3 ni sgt bermanfaat bang..TQ sharing..
    sekurang2 nya dpt tambah pengetahuan ttg ilmu akhirat..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam atie ..
      nak share juadah makanan tk dapat ..
      dapat share ilmu pun cukupkan ..
      alhamdulillah .. dpt tambah pengetahuan ilmu ugama tu ..

      Delete
    2. tu lah kan.. saling menambah ilmu.. terutama di bulan Mulia ini..moga mendapat ganjaran dr Allah..insyaAllah..

      Delete
    3. kata2 bijaksana ..
      anda ada 1 epal, saya ada satu epal .. klu kita bertukar ianya tetap satu epal juga ..
      tp klu anda ada satu ilmu dan saya satu ilmu .
      ia akan menjadi 2 ilmu ..
      gitu la kita saling bantu membantu dala menambah ilmu

      Delete
  3. Terima kasih Aby kongsi ini...
    Betullah sebelum ni pun OKje tak pernah dengar....yg biasa kita dengar neraka dan syurga!

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam hainom ..
      neraca allah swt sangat halus ..
      perbuatan baik/jahat sekecil zarah akan dapat ganjaran/balasan .. mcm mana agaknya lps dihisab tu .. amalan baik dan jahat kita sama berat ...

      Delete
  4. Alhamdulillah. Pengisian ini memang sangat bermanfaat kakang. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam aziela ..
      alhamdulillah, dapat berkongsi ilmu yg aby rase memang sangat bermanfaatkan ni ..
      moga kita dapat gandakan amalan kita supaya menjadi penguni atas araaf ni

      Delete
  5. Terima kasih share entry yg bmanfaat ni.selama ni kita hanya dimomokkan tentang syurga n neraka hingga terlepas pandang tentang Al-A'raaf ni.padahal ada surah ni.thats why bila mengaji quran mesti bc tafsirnya jugakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam TJ ..
      betul la TJ, bila baca quran tu sebaiknya adalah dengan membaca tafsirnya sekali, tp, hendak baca tafsir quran yg betul tu berjilid jilid . satu juz satu jilid, baru kita jelas dengan tafsiran nya ..
      apapun yg penting, kita baca, fahamkan dan beramal dengan apa yg dikatakan Nya ..

      Delete
  6. salam aby,

    tak pernah dengar pasal A'raaf ni...upanya ada jua tempat yang tengah2 yg mana kebaikan dan keburukan same level..ini menunjukkan Allah itu Maha Adil..

    ReplyDelete
  7. Salam noe,
    Samala dgn aby. Tk pernah dengar kewujudan tmpat tu juga. Yup Allah maha adil. Dia sesuaikan tmpat sesuai dgn prbuatan kita ketika d dunia

    ReplyDelete